Sabtu, 23 Januari 2010

Dandan ala Kacamata



kacamata.jpgKacamata tak seharusnya membuat Anda ragu untuk berdandan. Simak tip berikut ini, dan mata Anda pun tetap ‘berbicara’.

* Sediakan waktu yang cukup untuk mempertegas alis. Usahakan agar alis mata tidak ‘tenggelam’ di balik bingkai kacamata.
* Bila bingkai kacamata sudah berwarna cerah, seperti merah, hijau, atau biru, fokuskan riasan pada lipstik.
* Jenis lensa tertentu sering kali membuat mata berkesan lebih kecil. Kenakan eyeliner agar mata terlihat lebih besar. Sesekali, cobalah mengenakan bulu mata palsu (curl eyelashes).
* Jangan pernah membeli kacamata secara terburu-buru, langsung saat pulang dari dokter mata. Luangkan waktu yang cukup untuk memilih dan mencoba berbagai jenis kacamata, sebelum membelinya.

dari femina online

Normalkah Mata Anda ?

Surabaya, eHealth. Orang tua selalu bilang makan wortel supaya mata sehat, ada juga yang bilang makan banyak wortel setiap hari supaya terhindar dari minus. Beberapa beranggapan bahwa makan atau minum jus wortel dapat menormalkan mata yang minus. Benarkah semua anggapan itu? Lalu bagaimanakah menjaga kesehatan mata kita? Berikut tips sederhananya.

Secara umum fungsi mata adalah sebagai indera penglihatan yang menerima rangsangan cahaya pada retina dengan perantaraan serabut-serabut Nervus Optikus, menghantarkan rangsangan ini ke pusat penglihatan pada otak untuk ditafsirkan.

Bukan rahasia lagi memang vitamin A merupakan faktor penting bagi keadaan mata kita. Seperti yang selalu dianjurkan orang tua kita untuk banyak mengkonsumsi wortel yang terkenal dengan kandungan vitamin A-nya. Karena kekurangan vitamin A dapat menimbulkan beragam gangguan mata, salah satunya rabun senja. “Vitamin A memberikan energi dan menjamin regenerasi sel lebih baik,” terang dr. Ria Sylvia Sp.M, dokter spesialis mata dari RS Mata Undaan saat ditemui Tim eHealth di sela-sela kesibukannya.

Namun, dr. Ria - sapaan akrab dr. Ria Sylivia - menjelaskan bahwa vitamin A bukanlah jawaban bagi penderita rabun jauh (minus) atau rabun dekat (plus) untuk dapat sembuh, seperti mitos yang banyak tersebar di masyarakat. Kekurangan Vitamin A juga bukan penyebab timbulnya kelainan kemampuan melihat tersebut, yakni rabun jauh dan rabun dekat. “Dulu pernah ada kejadian besar bahwa banyak orang mengalami rabun jauh karena kurang konsumsi vitamin A, lalu setelah mereka mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A mata mereka berangsur-angsur sembuh,” tutur dokter lulusan Universitas Airlangga ini. “Maka dari itu stigmanya, kalau penglihatan mulai tidak jelas, maka orang langsung identik pada wortel,” lanjutnya dengan senyum.

Untuk kelainan rabun dekat atau pun jauh, diakibatkan karena kelainan anatomi mata, atau pada genetik. Ia kemudian menjelaskan bahwa saat ini permainan untuk anak-anak yang beredar adalah permainan yang banyak memiliki detail kecil-kecil yang menuntut akomodasi mata lebih, seperti contohnya komputer yang memiliki banyak detail tulisan, papan tulis putih yang terkadang memiliki tulisan spidol terlalu tipis.

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini melanjutkan bahwa jika dibedakan dengan permainan anak-anak zaman dahulu yang mayoritas outdoor dan terbuat dari kayu yang memiliki ukuran besar maka tidak terlalu membutuhkan akomodasi mata yang berlebihan. Karena jika akomodasi mata berlebih, otot cepat capek dan akhirnya mengeluh pusing.

Ia menghimbau, terutama bagi para orang tua yang memiliki anak masih umur anak sekolah, untuk lebih sadar dan waspada dengan kebiasaan anak yang tidak biasa. Seperti contohnya:

1. Nonton televisi terlalu dekat
2. Posisi anak saat melihat, pertama-tama melihat tegak kemudian memiringkan kepala terlalu ke kiri atau ke kanan, atau terlalu menunduk dan juga menengadah
3. Prestasi menurun

Bisa jadi beberapa ciri tersebut merupakan ciri-ciri mata anak Anda tidak normal, maka dokter ini menghimbau kepada para orang tua untuk memeriksakan kondisi mata anak kepada dokter mata. “Kalau anak-anak kan tidak terlalu dapat mengeluhkan keadaannya dibandingkan orang dewasa, maka orang tua harus lebih aware,” tutur dr. Ria.

Sedangkan fungsi mata sendiri menurun dengan sendirinya di umur 40 tahun ke atas dikarenakan proses degenerasi. “Jadi sebenarnya ya gunakan kacamata saja jika memang kegiatannya menuntut kita untuk melihat detail, kacamata itu kebutuhan, disesuaikan saja dengan keadaan,” jelas ibu tiga orang anak ini. Ia mencontohkan bahwa lanjut usia pun umumnya saat ini melahap koran setiap pagi dan menuntut akomodasi mata lebih sehingga memerlukan bantuan kacamata untuk melihat lebih jelas.

Ketika ditanya bagaimana cara untuk menjaga kesehatan mata, ia kemudian menjelaskan bahwa mata yang sehat secara fisik belum tentu sehat secara fungsi. “Orang minus itu kan matanya secara fisik baik-baik saja, tetapi fungsinya yang kurang,” jelasnya. Sehingga jika untuk menjaga mata sehat secara fisik maka:

1. Jaga kebersihan mata, seperti contohnya membersihkan kotoran mata yang kerap timbul di pagi hari. Kotoran mata ini merupakan air mata yang mengering.
2. Bagi Anda yang menggunakan contact lens, jaga kebersihannya untuk menghindari iritasi
3. Hindari trauma pada mata, seperti contohnya hindari tempat yang terlalu berdebu atau gunakan pelindung mata jika pergi ke tempat yang berdebu.
4. Jaga nutrisi atau asupan makanan sehingga dapat menjamin regenerasi sel dengan baik.
5. Jangan lupa untuk melakukan screening secara rutin, untuk anak-anak selama 6 bulan sekali, sedangkan untuk usia senja minimal memeriksakan keadaan mata 1 tahun-2 tahun sekali.

Selasa, 16 Desember 2008

"Softlens", untuk Siapa Saja?

Kompas.com, Selasa, 16 Desember 2008 | 11:52 WIB

SELAIN kacamata, saat ini banyak juga tersedia softlens sebagai alat bantu penglihatan. Bentuknya yang tipis menempel di bola mata, hingga disebut juga contact lens, terlihat lebih praktis daripada kacamata biasa. Namun, tak semua pengguna kacamata bisa berpindah dengan mudah ke media ini karena softlens sebenarnya hanya cocok untuk mereka yang

- Ukuran minus matanya sudah banyak (lebih dari minus 4) sehingga kalau memakai kacamata akan terlihat tebal dan terasa berat.

- Ukuran minus mata kanan-kirinya sangat jauh bedanya sehingga kalau memakai kacamata biasa tidak nyaman.

- Banyak beraktivitas di luar ruang yang merasa terganggu kalau memakai kacamata, termasuk juga mereka yang banyak melakukan aktivitas olahraga.

- Kesehatan matanya dinyatakan baik oleh dokter, misalnya kondisi bola matanya tidak mudah teriritasi dan produksi air matanya cukup.

- Membutuhkan estetika penampilan. Ketika seseorang akan menghadiri pesta, supaya penampilannya tidak “terganggu” oleh kacamata, ia bisa beralih sementara ke softlens. Begitu juga mereka yang membutuhkan variasi penampilan karena softlens sekarang berwarna-warni.

Senin, 10 November 2008

Glaukoma Menyebabkan Kebutaan

Penulis: Oleh: dr Tiur Marlina Siregar PNS Pustu Kemang Masam,
Muntok, Bangka Barat

Glaukoma adalah istilah yang digunakan untuk kelompok penyakit mata
yang ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata atau
tekanan intra-okuler (TIO) sehingga menyebabkan rusaknya saraf optik
yang membentuk bagian-bagian retina di belakang bola mata. Saraf
optik menyambung jaringan-jaringan penerima cahaya (retina) dengan
bagian dari otak yang memproses informasi penglihatan.

Glaukoma adalah bagian penyakit mata yang menyebabkan proses
hilangnya penglihatan, tetapi proses ini dapat dicegah dengan obat-
obatan, terapi laser dan pembedahan. Hilangnya penghlihatan pada
kasus glaukoma tidak dapat disembuhkan kembali, maka sangat penting
untuk mencegah terjadinya kerusakan pada organ mata sedini mungkin,
apalagi glaukoma seringkali timbul tanpa gejala sampai pada tahap
akhir, kecuali glaukoma jenis akut (tekanan bola mata tiba-tiba
meninggi sehingga mata terasa sakit dan pegal).

Pada fase lanjut glaukoma memiliki gejala-gejala seperti penglihatan
kabur, sakit kepala, melihat pelangi bila melihat cahaya terang serta
hilangnya penglihatan sisi samping.

Pada fisiologi mata yang normal, cairan di dalam mata dihasilkan oleh
badan siliar di bilik mata di belakang, berdifusi melalui pupil ke
dalam bilik mata depan. Cairan ini akan dialirkan ke dalam sistem
pembuluh darah melaui anyaman trabekulum schlemm yang terdapat di
sudut bilik mata depan.

Glaukoma didefinisikan sebagai peningkatan TIO secara mendadak dan
sangat tinggi akibat hambatan di anyaman trabekulum. Keadaan itu
merupakan suatu kedaruratan mata yang termasuk true emergency.

Secara khusus gejala klinis glaukoma dibagi menjadi glaukoma yang
akut dan kronis. Berdasarkan anatomi sudut bilik mata depan, glaukoma
dibedakan atas glukoma sudut tertutup dan glukoma sudut terbuka,
sedangkan berdasarkan penyebabnya, glukoma dibedakan menjadi glaukoma
primer dan sekunder.

Bahaya glaukoma akut harus diwaspadai termasuk oleh dokter umum,
karena menyebabkan kebutaan yang cepat pada kedua mata. Pasien datang
ke bagian unit darurat dengan keluhan utama nyeri di sekitar mata dan
menurunnya ketajaman penglihatan, dapat disertai sakit kepala, muntah
dan sakit perut sehingga dapat didiagnosis terjadi gangguan
pencernaan atau gastritis.

Risiko terjadinya glaukoma bertambah tinggi dengan bertambahnya usia.
Terdapat 2% dari populasi usia 40 tahun terkena glaukoma. Angka ini
dapat bertambah bila usia semakin bertambah pula. Begitunya riwayat
anggota keluarga yang terkena glaukoma sebelumnya, pemakaian obat-
obat steroid dalam jangka waktu lama, riwayat trauma pada mata,
penyakit-penyakit sistemik seperti penyakit darah tinggi, penyakit
gula.

Pemeriksaan mata lebih lanjut diperlukan guna memastikan diagnosis
glaukoma. Pemeriksaan mata tersebut meliputi tajam penglihatan,
pemeriksaan mata luar, pupil pergerakan bola mata, pemeriksaan lapang
pandang dengan humprey visual field test, pemeriksaan fundus, dan
pemeriksaan tekanan dalam bola mata dengan Non Contac Tonometry (NCT).

Glaukoma menyebabkan menurunnya penglihatan hingga 1/300. Akibatnya,
penderita hanya melihat gerakan tangan saja (hand movement). Tekanan
bola mata yang meningkat tinggi umumnya melebihi 50 mmHg.
Meningkatnya tekanan bola mata itu dapat menyebabkan kerusakan dan
iskemia saraf mata serta oklusi pembuluh darah retina. Pemeriksaan
lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan gonioskopi dan
funduskopi dengan melihat keadaan bilik dan saraf mata akibat
peningkatan tekanan.

Untuk menurunkan tekanan bola mata, penderita harus segera dirujuk ke
rumah sakit. Posisi yang dianjurkan pada penderita glaukoma adalah
terlentang dan tidak boleh diberikan penutup mata. Di ruang unit
darurat terapi glaukoma akut diusahakan menurunkan tekanan bola mata,
menekan inflamasi, dan mengembalikan sudut bilik mata depan yang
menutup. Seharusnya pengobatan glaukoma dilakukan oleh spesialis
mata, namun dokter umum dapat melakukan terapi sementara bila tidak
ada spesialis mata sebelum akhirya melakukan konsul spesialis mata.

Terapi inisial terdiri dari asetazolamid, tetes mata beta bloker dan
kortikosteroid topical. Azetazolamid diberikan dengan dosis 500 mg
intravena, diikuti pemberian oral 500 mg atau 1000 mg oral.

Beta bloker topical yang digunakan adalah timolol 0,5 % atau
betaxolol 0,5 % dengan dosis 2 kali sehari. Beta bloker dan
asetazolamid menurunkan produksi humor akuos dan membuka sudut bilik
mata depan. Obat alpha agonist topikal, misalnya brimonidin dapat
ditambahkan guna menurunkan tekanan bola mata lebih lanjut.
Kortikosteroid topikal, dengan aau tanpa antibiotik, dapat mengurangi
reaksi inflamasi pada penderita glaukoma dan mengurangi saraf optik.
Terapi simptomatik dapat diberikan untuk mengatasi gejala, misalnya
analgesik untuk mengurangi rasa sakit pada mata, serta anti muntah
untuk mengatasi mual dan muntah.

Setelah terapi inisial, harus dilakukan penilaian ulang terhadap
tekanan bola mata dan pertimbangan untuk melakukan terapi lanjut
seperti pemberian agen hiperosmotik oral. Bila no belum turun,
diberikan larutan gliserin 50% oral dengan dosis 4 kali 100 - 150 ml
sehari, yang diberikan dengan ditambahkan jus buah dan batu es untuk
mengurangi efek mual pada penderita saat minum larutan tersebut. Obat
lain adalah isosorbid (dapat diberikan pada penderita diabetes
militus) dan manitol intravena 20% yang diberikan dalam jumlah
400-500 ml.

Obat hiperosmotik tidak dapat diberikan pada pasien dengan penyakit
kardiovaskuler dan penyakit ginjal. lridotomi laser merupakan terapi
definitive glaukoma sudut tertutup akut, yang dilakukan 24-48 jam
setelah tekanan bola mata terkontrol. Saat ini iridotomi laser
merupakan pilihan utama, namun jika fasilitas laser belum tersedia
dapat dilakukan iridektomi dengan pembedahan.

Penatalaksanaan glaukoma sekunder akut tergantung pada penyebabnya.
Bila disebabkan katarak hipermatur, dilakukan bedah katarak. Bila
disebabkan uveitis, dilakukan terapi terhadap uveitis, selain
menurunkan tekanan bola mata.

Semlia terapi ini pada prinsipnya adalah bertujuan untuk menurunkan
tekanan bola mata. Untuk pengobatan/terapi yang cocok disarankan
sesuai kondisi penyakit glaukoma dan kondisi keadaan umum pasien.
Sebagian obat-obatan glaukoma dapat berinteraksi ke dalam tubuh,
sehingga obat-obatan tertentu merupakan kontraindikasi.

Penyakit-penyakit yang mungkin kontraindikasi dengan penyakit
glaukoma yaitu: penyakit asma, penyakit gangguan irama jantung,
alergi terhadap sulfa. Keadaan umum lain yan merupakan kontraindikasi
ialah kehamilan. Obat-obatan glaukoma sebagian besar disekresi ke air
susu dan dapat menembus plasenta. Jadi penderita glaukoma yang sedang
hamil disarankan melakukan prosedur laser atau pembedahan untuk
pengobatan glaukomanya.

Oleh karena itu sangat penting bagi pasien untuk memberitahukan
penyakit-penyakit yang diderita lama sehingga dokter dapat memilih
terapi dan pengobatan yang sesuai.

Minggu, 14 September 2008

KESEHATAN MATA

Mitos: Konsumsi wortel setiap hari akan membuat mata sehat, pandangan jernih dan mencegah rabun jauh.

Fakta: Wortel mengandung karoten yang bermanfaat untuk kesehatan mata. Tapi sumber karoten tidak hanya wortel. Buah lain seperti pepaya, mangga juga mengandung karoten yang tinggi, bahkan buah merah dari Papua yang sedang tren saat ini telah diteliti mengandung karoten yang jauh lebih tinggi dari buah-buah lainnya. Jadi meski wortel bermanfaat untuk kesehatan mata, tidak perlu mengonsumsinya setiap hari. Sumber karoten bisa diselang-seling dengan buah-buah lainnya dalam jumlah secukupnya.

Orang pun menganggap sayuran yang mengandung vitamin A ini berperan besar dalam fungsi penglihatan ma-nusia. Tapi sebenarnya vitamin A yang ada dalam wortel lebih banyak berperan pada me-tabolisme sel-sel saraf yang ada di retina. Jadi banyak makan wortel pun tak dapat mecegah bertambahnya/mengurangi jumlah minus/plus/ silinder lensa kacamata anak. Mak-sudnya, kalau pangkal kesalahan terjadi pada sistem optik tentu vitamin A tidak bisa memperbaiki keadaan tersebut. Sama dengan kamera yang lensanya sudah tidak fokus. Film dengan merek apapun yang dipakai tetap akan menghasilkan gambar buram

Mitos: Membaca sambil tiduran menyebabkan rabun jauh.

Fakta: Mitos ini tidak benar. Seseorang yang sudah punya kecenderungan rabun jauh, misalnya dalam keluarga hampir semua menderita rabun jauh, meski tidak pernah membaca sambil tiduran, tetap saja potensial terkena rabun jauh. Yang menjadi masalah dalam aktivitas ini adalah apabila jarak baca terlalu dekat. Seperti diketahui membaca sambil tidur biasanya membuat jarak buku dengan mata makin lama makin dekat sehingga mata dipaksa untuk terus fokus dalam jarak yang tidak ideal. Tidak hanya sambil tiduran, membaca sambil duduk atau berdiri sekalipun kalau jarak-nya kurang dari 12 inci (sekitar 30 cm) membuat mata cepat lelah sehingga dalam jangka panjang bisa menyebabkan gangguan rabun jauh.

Mitos: Membaca dengan cahaya remang-remang menyebabkan rabun jauh.

Fakta: Membaca dalam ruang yang penerangannya kurang membuat mata cepat lelah. Seperti laiknya melihat dalam gelap, mata harus berakomodasi maksimal supaya objek dapat terlihat. Saat membaca sebaiknya penerangan dalam ruangan tersebut cukup, lebih baik lagi kalau cahaya datang dari arah belakang anak. Tak hanya remang-remang, cahaya yang berlebihan pun sama tak layaknya untuk kesehatan mata.

Mitos: Melihat laut/pemandangan hijau dapat menyembuhkan rabun jauh.

Fakta: Seperti otot-otot lainnya, otot mata pun butuh relaksasi. Sebagai gambaran, seseorang yang duduk terlalu lama, pinggangnya akan terasa pegal-pegal. Demikian halnya dengan mata. Kalau mata digunakan untuk melihat satu fokus yang sama dalam waktu lama, misalnya membaca buku yang tebal akan terasa sangat lelah. Untuk itu disarankan melihat titik terjauh sebagai relaksasi otot mata. Tidak harus melihat laut/pemandangan hijau, yang penting melihat titik terjauh. Dan yang harus diingat kegiatan ini bukan untuk menyembuhkan rabun jauh melainkan sekadar sebagai relaksasi otot mata.

Mitos: Kacamata harus dipakai terus-menerus supaya minus mata tidak bertambah.

Fakta: Mitos ini sama sekali tidak benar. Seorang dengan gangguan rabun jauh akan kesulitan melihat tanpa kacamata. Itulah sebabnya kacamata harus dipakai. Tapi tentu saja tidak di setiap kesempatan kacamata harus dipakai terus. Bertambahnya minus disebabkan jarak retina ke lensa makin panjang seiring bertambahnya usia dan bukan karena dipakai/tidaknya kacamata.

Ada juga anggapan kacamata jangan terus-terusan dipakai karena malah akan menambah minus. Ini juga tak masuk logika. Sama dengan anggapan kalau kacamata harus selalu dipakai agar kelainan refraksi tak tambah parah. Perkembangan ukuran bola mata sama seperti perkembangan tubuh manusia. Ukuran bola mata bayi akan lebih kecil ketimbang ukuran bola mata orang dewasa. Hal ini berarti dari masa bayi hingga masa dewasa sebetulnya terjadi perkembangan pada ukuran/dimensi bola mata. Pada 2 tahun pertama yang sangat berkembang adalah sistem optik di bagian depan mata (segmen depan), yaitu sebesar 60 %. Setelah usia 2 tahun segmen depan masih berkembang tapi sudah tidak begitu pesat.

Segmen belakang akan tumbuh pesat saat usia anak berkisar antara 4 sampai 15 tahun yang kemudian menjadi lambat perkembangannya dan berhenti di sekitar usia 18 tahun. Artinya bagian belakang bola mata di mana retina berada makin lama makin panjang sesuai dengan pertambahan usia. Jadi kalau pada usia 6 tahun, mata anak sudah mencapai minus dua, itu karena jarak retina ke lensa makin panjang sehingga minusnya pun akan bertambah besar. Dengan kata lain, penambahan minus pada usia pertumbuhan bisa dikatakan alamiah.