Jumat, 04 Juni 2010

Tentang Snellen Chart


Anda pasti mengenali poster berikut di toko optik atau poliklinik mata. Namanya Snellen chart. Fungsi poster ini adalah untuk mendeteksi tajam penglihatan seseorang. Lalu apa hubungannya dengan kacamata?

Berhubung ada perbedaan antara sistem pengukuran yang dipakai di Indonesia (juga sebagian besar negara lain di dunia!) dan Amerika Serikat, Snellen chart ini pun terdapat dalam dua versi angka. Yang satu dalam angka metrik dan yang satu lagi dalam angka imperial. Snellen chart metrik dinyatakan dalam pembanding 6 meter (6/6, 6/9, 6/12, dan seterusnya sampai 6/60). Sedangkan Snellen chart imperial adalah seperti yang terdapat di gambar di bawah ini. Angkanya dinyatakan dalam pembanding 20 kaki (20/20 sampai 20/200). Apakah 20 kaki sama dengan 6 meter? Sebenarnya tidak: 20 kaki sama dengan 6 meter lebih 10 cm (tepatnya 609.6 cm). Tapi tentu saja kelebihan 10 cm itu boleh diabaikan.

Lalu apa fungsi angka pecahan yang ada di samping tiap baris? Dalam pemeriksaan tajam penglihatan, angka yang berperan penting adalah angka di sebelah baris terbawah yang bisa dibaca oleh subjek. Misalnya subjek hanya bisa membaca sampai baris 6/9. Ini berarti orang dengan tajam penglihatan normal sudah dapat membaca baris tersebut pada jarak 9 meter. Sementara itu subjek baru dapat membacanya pada jarak 6 meter. Semakin tinggi letak baris terbawah yang bisa dibaca oleh subjek, berarti semakin buruk tajam penglihatannya.

Subjek yang tidak dapat membaca sampai dengan baris 6/6 (atau 20/20) mungkin mengalami gangguan penglihatan karena penyakit organik pada mata, atau gangguan refraksi murni. Penyakit organik pada mata berarti ada kelainan struktural yang mengakibatkan tajam penglihatan menurun. Misalnya ada kerusakan pada kornea ataupun kekeruhan pada lensa (pada katarak). Namun pada gangguan refraksi murni, tidak ada kelainan struktural yang ditemukan pada mata. Untuk membedakan keduanya digunakan pemeriksaan pinhole. Pinhole adalah sebuah layar hitam dengan lubang kecil di tengah yang dipasang di depan mata yang diperiksa. Jika tajam penglihatan membaik dengan bantuan pinhole, berarti tidak ada kelainan struktural pada mata.

Jika seseorang tidak dapat membaca Snellen chart sama sekali bahkan dengan bantuan lensa, pemeriksaan selanjutnya adalah hitung jari (count fingers). Orang normal dapat menghitung jari pada jarak 60 meter. Jadi apabila subjek baru dapat menghitung jari pada jarak 2 meter, berarti tajam penglihatannya 2/60. Pemeriksaan berikutnya adalah lambaian tangan (hand motion). Orang normal dapat melihat lambaian pada jarak 300 meter. Sama seperti hitung jari, apabila subjek baru dapat melihat lambaian pada jarak 1 meter, berarti tajam penglihatannya 1/300. Pemeriksaan terakhir adalah ada atau tidaknya persepsi sinar (light perception).

Trivia

* Snellen chart dinamai menurut penemunya, yaitu seorang dokter mata dari Belanda bernama Hermann Snellen.
* Oleh WHO, seseorang yang tidak dapat membaca huruf teratas pada Snellen chart setelah dibantu dengan kacamata sudah dianggap buta secara hukum. Di lain pihak, cukup banyak orang miopia yang tidak mampu membaca huruf teratas pada Snellen chart tanpa bantuan kacamata. Orang-orang seperti ini tidak termasuk di dalam kategori buta secara hukum itu, karena setelah dibantu kacamata mereka umumnya tidak bermasalah untuk membaca huruf di baris 6/6 atau bahkan di bawahnya.
* Pada sebagian Snellen chart, ada baris 6/5, 6/4, dan 6/3 (seperti yang terlihat pada gambar). Namun jika dalam aspek peresepan kacamata, baris-baris tersebut tidak bermakna.
* Snellen chart dianggap kurang objektif dalam menilai tajam penglihatan, karena jumlah huruf yang berbeda-beda pada tiap baris dan jarak huruf yang semakin dekat pada baris-baris bawah.
* Untuk anak yang belum dapat membaca ataupun orang buta huruf, seluruh huruf di Snellen chart diganti dengan huruf E. Subjek diminta mengatakan ke mana arah huruf E membuka. Chart modifikasi ini disebut juga Tumbling-E chart. Khusus untuk anak juga kadang dipakai poster bergambar (Allen chart) atau HOTV chart (Snellen chart yang hanya berisi huruf H, O, T, dan V).

(hnz)

Vitamin E Cegah Kerusakan Retina


karta - Vitamin E selalu saja dihubungkan dengan kulit. Mulai dari melembutkan, mengencangkan, hingga memperlambat proses penuaan. Padahal tidak cuma itu saja manfaatnya. Vitamin E juga dipercaya mampu menjaga kesehatan retina mata. Penasaran?

VItamin E tak lepas kaitannya dengan dunia wanita. Mengapa tidak? Karena vitamin E dipercaya mampu mencegah proses penuaan karena kemampuannya menangkal radikal bebas sehingga kesehatan kulit tetap terjaga. Mencegah penuaan, dan mengurangi resiko timbulnya keriput sejak dini.

Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak yang berfungsi sebagai antioksidan. Tak heran jika manfaatnya begitu dahsyat untuk kesehatan kulit maupun tubuh manusia. Karena kemampuannya menangkal radikal bebas, membuat tubuh yang mendapat cukup asupan vitamin E ini terhindar dari resiko terkena penyakit kanker dan juga serangan jantung.

Vitamin E banyak terkandung dalam minyak zaitun, minyak canola, alpukat, biji bunga matahari, dan jenis kacang-kacnagan lainnya. Meskipun vitamin E ini banyak terkandung di makanan yang mengandung lemak, tapi lemak-lemak ini bukanlah lemak jahat. Justru lemak-lemak ini adalah lemak baik yang aman untuk jantung dan kolesterol.

Akibat yang disebabkan oleh kekurangan vitamin E memang jarang sekali ada. Hal ini mungkin memang jarang terjadi atapun memang jarang sekali penelitian tentanghal tersebut. Defisiansi biasanya terjadi pad mereka yang mengalami sindrom malabsorpsi lemak. Sedangkan makanan yang menjadi sumber vitamin E rata-rata adalah makanan yang mengandung lemak nabati.

Secara tidak langsung hal ini bisa menjadi salah satu faktor terkait. Gejala yang ditimbulkan pun bermcam-macam, diantaranya kerusakan saraf tangan dan kaki, gangguan pada sistem keseimbangan, lemah otot, bahkan kerusakan retina mata. Jadi, mengkonsumsi vitamin E baik suplemen ataupun makanan-makanan yangmengandung vitanmin E tidak hanya menjaga kesehatan kulit dan jantung tapi juga menjaga kesehatan mata khususnya retina.

( eka / Odi )

Selasa, 09 Maret 2010

Hati-hati Risiko Salah Resep Kacamata

ucks, Pengguna kacamata sebaiknya perhatikan dengan jelas apakah kacamata yang digunakan sudah sesuai dengan resepnya atau belum. Karena seorang gadis harus menderita sakit selama 2 tahun akibat kesalahan resep lensa kacamatanya.

Tayla Don yang berusia 7 tahun terpaksa harus menderita sakit kepala dan mual lebih dari 2 tahun setelah staf optik melakukan kesalahan dalam memasang lensa kacamata. Staf tersebut salah memasangkan lensa untuk mata kanan dan kirinya.

Awalnya, sang ibu Beverley (39 tahun) merasa khawatir dengan kondisi anaknya sehingga ia membawanya ke rumah sakit dimana Tayla selalu melakukan pemeriksaan rutin untuk matanya.

"Kami bertanya-tanya mengapa setelah menggunakan kacamata penglihatannya tidak menunjukkan adanya kemajuan dan sepertinya kacamata yang digunakan tidak banyak melakukan perubahan pada dirinya," ujar Beverley, seperti dikutip dari The Sun, Rabu (10/3/2010).

Beverley berharap kejadian tersebut tidak menyebabkan kerusakan yang permanen pada putri kecilnya.

Kacamata tersebut di beli pada bulan Juni 2008 dari toko optik lokal di Milton Keynes Bucks, Inggris. Sang ibu membawa kacamata tersebut kembali ke optik ketika Tayla menunjukkan gejala-gejala tersebut. Namun staf optik mengungkapkan bahwa sakit kepala dan perasaan pusing yang dialami adalah suatu reaksi normal dan akan segera berlalu.

Ternyata sakit kepala, pusing dan mual yang dialami oleh Tayla tidak juga berlalu. Kini Tayla telah diberi resep yang lebih cocok oleh dokter dan dilengkapi dengan spesifikasi yang baru.

"Dia mengatakan bahwa penglihatannya kini tidak lagi kabur, jadi kami menganggap bahwa kacamata yang sebelumnya digunakan telah membuat penglihatannya menjadi kabur," ujar sang ibu.

Seperti dikutip dari Allaboutvision, hingga kini memang tidak ada bukti klinis yang menunjukkan bahwa penggunaan resep lensa mata yang salah dapat menyebabkan kerusakan pada mata.

Tapi kemungkinan ada konsekuensi yang timbul seperti sakit kepala, pusing, vertigo dan mual. Beberapa dari efek ini dapat menyebabkan situasi yang berbahaya jika orang tersebut mengemudi, berjalan atau termasuk orang yang sangat tergantung dengan kacamatanya.

Sebaiknya seseorang menggunakan kacamata atau lensa kontak yang sesuai dengan resep sebenarnya. Rasa pusing atau sakit kepala yang timbul normalnya hanya terjadi selama beberapa hari saja.

Jika sakit tersebut berlangsung lama, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah hal tersebut akibat pemakaian kacamata yang salah atau bukan.

(ver/ir)

Kamis, 11 Februari 2010

Lensa Kacamata


Kacamata yang banyak kita jumpai di toko kacamata hampir semua masih berupa frame atau rangkanya saja, jadi belum ada lensa atau ukurannya, karena harus di sesuaikan dengan resep kacamata dari hasil pengukuran refraksi oleh RO atau Dokter mata.
Nah untuk lensanya perlu di perhatikan tentang berbagai hal berikut
LENSA KACAMATA YANG BAIK, Mempunyai 3 unsur mendasar :
1. Hasil ketajaman penglihatan
Dibutuhkan : bahan, design dan pelapisan lensa yang baik
2. Segi Kosmetis
Lensa terlihat tipis dan jernih
3. Kenyamanan Pemakai
Lensa ringan dan tidak ada distorsi
Untuk mencapai 3 unsur tesebut, maka lensa dapat dilihat dalam 2 hal, yaitu :
Parameter Optis, meliputi :
a. Index Bias ( n )
Merupakan perbandingan antara kecepatan cahaya diruang hampa dengan kecepatan cahaya pada media tertentu. N = C/ V. Jika cahaya datang melalui 2 media yang berbeda index biasnya, maka akan terjadi PEMBIASAN / REFRAKSI, dan sebagian kecil akan dipantulkan. Makin besar perbedaan index bias antara kedua media, makin besar sudut refleksinya dan persentasi cahaya yang dipantulkan. Index bias berbanding terbalik dengan tebal tengah lensa. Jadi makin tinggi index bias suatu lensa, maka makin tipis lensa tersebut dapat dibuat.
b. Daya Dispersif
Bahan optis yang membiaskan warna ungu sampai merah dengan sudut – sudut yang banyak berbeda, disebut bahan yang mempunyai KEKUATAN DISPERSIF BESAR NILAI ABBE KECIL . Akibat yang dihasilkan dari penguraian warna cahaya tersebut adalah adanya ABERASI WARNA., yang berpengaruh terhadap ketajaman OBYEK.
ABERASI WARNA ADALAH FUNGSI TERBALIK DARI NILAI ABBE.
CATATAN :
Lensa yang baik harus mempunyai nilai abbe yang besar
Bahan optis,nilai abbe > angka 50 adalah baik
Bahan optis,nilai abbe angka 40 – 50 adalah cukup
Bahan optis,nilai abbe < angka 40 adalah kurang baik
c. Kejernihan
Bahan lensa harus jernih dan tidak berwarna, seperti krystal atau air murni. Standart yang dipakai untuk menentukan kejernihan secara international adalah HAZE VALUE ( HARGA KABUT ).
Haze adalah partikel – partikel yang kecil, bisa saja kotoran, debu, gelembung udara atau pigment untuk menyerap cahaya ultra violet, yang sengaja dicampurkan didalam bahan lensa.
Partikel – partikel tersebut dianggap menghambat cahaya, jika tersebar dengan sudut lebih besar dari 2.5 derajat. BAHAN YANG BAIK, HAZE VALUE LEBIH RENDAH DARI 1%
d. Warna Lensa
Sebagai patokan warna lensa yang baik / tidak baik, untuk penilaiannya dipakai standart international, yaitu : YELLOWNESS INDEX ( YI ).
Derajat kekuningan didasarkan pada deviasi dari putihnya warna air kearah kuning, dengan perhitungan panjang gelombang 570 – 580 nm.
Jika YI = 0 , artinya sempurna
Jika YI > 0 , berarti kuning ( dipengaruhi index bias )
Jika YI < 0 , berarti warna lensa kebiru – biruan
Hampir semua lensa plastik kalau terkena sinar matahari terus menerus atau disimpan lama akan berubah warnanya menjadi KUNING.

Parameter Fisis, meliputi :
a. Berat Jenis
Merupakan besaran yang akan menentukan berat suatu lensa. Semakin rendah berat jenis suatu bahan lensa, semakin ringan beratnya.
b. Bahan Lensa Harus Kuat dan Ringan
Maksudnya adalah kuat terhadap benturan, tidak mudah pecah, sehingga aman bagi pemakai, sedangkan ringan tujuannya untuk kenyaman pemakai. Saat mau memilih lensa ada alternatif Kaca/Glass atau plastik? Semua ada plus minusnya, untuk itu berikut keuntungan dan kerugiannya
Keuntungan lensa plastik dibanding lensa gelas :
• 40 % lebih ringan
• Tidak mudah pecah, sehingga aman dipakai
• Dapat diberi warna
• Tidak mudah berembun
• Tersedia diameter lebih besar untuk kacamata yang besar
• Tersedia lensa Aspheris untuk power plus tinggi, ringan dan tipis.

Kerugian lensa plastik dibanding lensa gelas :
• Karena material tidak sekeras gelas, maka resiko tergores lebih besar kemungkinannya
• Dengan perbandingan perbedaan indek bias, maka lensa plastik masih lebih tebal dibandingkan dengan lensa gelas ( Power sama ).
Indek bias lensa gelas standart yang dipakai adalah CROWN GLASS ( 1.523 )
Indek bias sesuai bahan :
1. Barium Glass ……………………………… n = 1.600
2. High Lite ( Scoot ) …………………… n = 1.701
3. Ultra Index ………………………………. n = 1.806
Indek bias lensa plastik standart yang dipakai adalah CR 39 ( 1.4 dan 1.5 )
Indek bias sesuai bahan :
1. Polycarbonate ………………………….. n = 1.586
2. Hyper Index ………………. n = 1.610
3. Super HI Index ……………………… n = 1.67
Dan ada lensa baru yang mempunyai index yang lebih tinggi dari di atas, sehingga lensa bisa di buat lebih tipis.
Semenjak bahan polycarbonate dilepas ke pasaran untuk aplikasi lensa opthalmik pasca tahun 1970-an, sambutannya begitu menggembirakan. Berkat daya tahan terhadap benturan dan radiasi ultra-violetnya, bahan ini menjadi standar pembuatan lensa opthalmik untuk tujuan keselamatan, keamanan dan kacamata anak-anak.
Namun ‘tak ada gading yang tak retak’, seiring waktu berjalan ternyata lensa ini pun mempunyai sejumlah kelemahan, diantaranya : aberasi kromatisnya cukup besar karena abbe value-nya kecil, muncul retak-retak di sekitar lubang lensa (seperti sarang laba-laba) pada saat edging untuk frame rimless/bor , mudah rusak oleh cairan kimia seperti aseton, dan lain-lain. Tentu saja hal ini mengurangi kualitas optik dan penampilan lensa polycarb secara keseluruhan.
Sampai akhirnya di tahun 2001, kembali sebuah perusahaan raksasa pembuat lensa opthalmik ,PPG Industries, memanfaatkan penemuan monomer terbaru yang bernama Trivex untuk memenuhi kebutuhan pengguna kacamata selain polycarb. Dinamakan Trivex mengingat ada 3 fitur unggulan dari bahan ini yaitu keunggulan kualitas optikalnya, super-ringan dan super-kuat di kelasnya.
Lalu apa perbedaan antara lensa Polycarb dan Trivex? Agar lebih mudah dan jelas, mari kita perhatikan tabel perbandingan kedua lensa tersebut berdasarkan parameter lensa opthalmik di bawah ini :
POLYCARBONATE TRIVEX
Monomer Urethane Urethane-based pre-polymer
Proses pembuatan Thermoplastic Kombinasi thermoset-plastic
Indeks bias 1.589 1.53
ABBE value 29 – 30 43 – 45
Tensile strength/daya regang 44.9 kgf 61.2 kgf
Density/bobot lensa di udara 1.20 g/cm3 1.11 g/cm3
Transmisi cahaya 90.1% 91.4%
Daya tahan thd cairan kimia (aseton) Sensitif Tidak mudah terpengaruh
Drop ball test/impact strength 18x pecah 18x retak
UV cutoff 385 nm 380 nm


Bahan lensa Trivex dipasarkan dengan nama Phoenix dan Trilogy. Phoenix adalah merek dagang yang dikeluarkan oleh Hoya Lens, sedangkan Trilogy oleh Younger Optic.
Singkat kata, kedua bahan ini, yaitu polycarbonate dan trivex, adalah pilihan terbaik bagi pengguna kacamata yang sadar akan fungsi keselamatan selain kosmetik serta kacamata koreksi. Prioritas pilihan tentu tergantung dari kebutuhan pemakainya.
Di tulis asli oleh sdr. Anggoro (dari berbagai sumber)

Merawat Softlens

Memakai dan melepaskan lensa kontak anda

Bila anda pertama kali memakai lensa kontak, pemeriksa mata anda akan memperagakan kepada anda bagaimana memasang lensa kontak, lalu anda harus mempraktekanya sebentar, jangan gugup jika anda mendapat kesulitan pada waktu pertama – tama mencoba memakai sendiri lensa kontak. Anda akan menguasai dalam waktu yang singkat. Berikut ini merupakan petunjuk pemakaian lensa lensa kontak.
Cara memasang lensa kontak.

* cuci tangan anda dengan sabun lembut.
* Pastikan sudah bebas dari lotion, deodoran, atau parfum yang bisa merusak lensa anda atau membuatnya tidk nyaman.
* Keringkan tangan anda seluruhnya, lensa lunak bisa mendatar jika jari anda basah.
* Jika anda mengerjakanya dekat bak cuci, tutup pembuanganya.
* Keluarkan satu lensa dari tempatnya.
* Periksa lensa dengan teliti untuk memastikan terhindar dari sobek, endapan, atau kotoran.
* Jika anda melihat keganjilan, letakan lensa pada ujung jari telunjuk anda dengan lengkungan menghadap ke atas.
* Untuk memasang lensa kontak lunak, tarik kebawah kelopak mata dengan jari tengah anda.
* Mata melihat keatas hingga bagian putih mata anda terlihat.
* Letakan lensa kontak perlahan pada bagian putih mata anda.
* Jauhkan jari anda dan biarkan lensa didalam kelopak mata.
* Kedipkan mata, dan lensa akan menuju kornea mata anda dengan sendirinya.

Cara melepas lensa kontak.

* Cuci tangan anda.
* Keringkan seluruh tangan anda.
* Jika mata anda kering, sebelum anda melepaskanya teteskan mata anda dengan cairan lensa lubricant.
* Gerakan lensa kebawah menuju bagian putih anda dengan jari.Tekan lensa dengan lembut dengan ibu jari dan telunjuk, dan angkat arahkan keluar dari mata anda.

Menyimpan lensa Kontak.

* Letakan lensa kontak ditelapak tangan lalu beri 2 sampai 3 tetes solution ( cairan pemebrsih khusus lensa kontak ), kemudian gosok dengan ujung jari telunjuk (searah) Bilas lensa kontak tersebut dengan solution.
* Rendam lensa kontak pada tempat lensa kontak dengan solution sesuai dengan aturan yang dianjurkan produsen solution atau praktisi optik anda.
* Jika lensa kontak ingin digunakan bilas terlebih dahulu,lalu bersihkan tempat lensa dengan solution setelah itu keringkan.
* Setelah pemakain 2 minggu rendam lensa kontak dengan menggunakan tablet sesuai dengan ketentuan yang dianjurkan, hal ini berguna untuk membersihkan deposit protein yang sulit dibersihkan



Sumber : Exoticon, A. Kasoem